BIOSECURITY
KANDANG
Persiapan Kandang
Masa persiapan kandang mempunyai andil yang besar
terhadap keberhasilan pemeliharaan ayam kampung asli.
Kegagalan pada masa pemeliharaan ini akan mengakibatkan
peningkatan ancaman serangan bibit penyakit.
Saat kondisi kandang yang kotor, konsentrasi atau
tantangan bibit penyakit dalam kandang meningkat.
Kondisi ini akan memperlebar peluang ayam kampung asli
terinfeksi atau terserang penyakit. Dan kebalikannya, saat kondisi kandang
bersih dan telah didesinfeksi maka konsentrasi bibit penyakit akan menurun
sehingga tantangan bibit penyakit berkurang dan ayam kampung asli aman dari
infeksi atau serangan penyakit.
Perlu menjadi pemahaman kita bersama, saat kondisi
kandang dan lingkungannya yang kotor, bibit penyakit akan bertahan lebih lama.
Terlebih lagi ada bahan organik, seperti feses (kohe)
yang bisa menjadi media bibit penyakit untuk tetap hidup.
Kondisi ini tentu menjadi media yang baik sebagai tempat
persembunyian dan perkembangan bibit penyakit.
Setelah Masa Panen
Saat ayam kampung asli dipanen, di dalam kandang akan
tertinggal sisa-sisa pemeliharaan ayam kampung asli antara lain :
-
Kotoran hewan
-
Debu
-
Bulu
-
Sejumlah besar bibit penyakit yang pada periode
sebelumnya telah menyertai keberadaan ayam kampung asli
-
Kondisi kandang relatif kotor dan banyak
terkontaminasi oleh bibit penyakit
-
Lingkungan kandang yang kotor
-
Peralatan kandang (tempat pakan, minum, dll)
-
Alat kerja anak kandang
-
Lingkungan sekitar kandang (radius 10 -
100meter) cukup lalukan penyemprotan desinfektan (missal: tembok rumah, dll)
Lakukan beberapa manajemen pembersihan dan desinfeksi
kandang agar kandang sebisa mungkin kembali pada kondisi semula, baik dari
struktur (kondisi fisik) maupun fungsinya.
Yang perlu di perhatikan dan dibersihkan secara tuntas :
-
Kotoran ayam kampung asli yang menumpuk di
setiap sudut kandang, di sela2 kandang
-
Bulu-bulu ayam kampung asli juga merata
tertinggal di seluruh bagian kandang.
-
Tak ketinggalan juga debu banyak berterbangan di
dalam dan sekitar kandang.
-
Peralatan kandang
-
Alat kerja
-
Lingkungan kandang
Bibit penyakit memiliki kemampuan bertahan dalam jangka
waktu yang bermacam-macam.
Hal ini perlu kita perhatikan agar saat proses pembersihan
dan pen-desinfeksian kandang kita lakukan dengan sepenuhnya.
Perlakuan Kandang
Kotor
Fokus keberhasilan manajemen pembersihan dan desinfeksi
kandang ini ialah jumlah bibit penyakit yang berada di dalam kandang dapat
dikurangi atau diminimalkan.
Kenapa bukan dihilangkan (sterilisasi) ?
Sterilisasi bukan istilah yang tepat digunakan untuk
aktivitas tersebut, mengingat kondisi kandang yang tidak bisa terkendali secara
penuh, misalnya saja aliran udara yang tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan
bibit penyakit selalu ada di dalam kandang.
Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam manajemen
pembersihan kandang ialah sanitasi dan desinfeksi.
Tahapan penanganan kandang kotor antara lain :
1.
Keluarkan dan bersihkan sisa kotoran (feses dan sisa
litter)
Sisa kotoran ayam, baik berupa feses, sisa litter, bulu
maupun debu hendaknya dikeluarkan dari kandang dengan cara disapu. Setelah itu,
lakukan penyemprotan air bertekanan dengan memakai jetspray. Pastikan semua
bagian kandang tersemprot oleh jetspray hingga kohe tdk ada yang menempel
sedikit pun jika ada yg susah terlepas gunakan kape.
2.
Gunakan jetspray untuk membersihkan sisa kotoran
ayam di sela-sela dinding atau lantai
Penggunaan jetspray ini akan memudahkan kita untuk
menghilangkan sisa feses (kohe) yang berada di sela-sela dinding atau lantai
secara optimal. Selain itu, pemakaian jetspray ini akan mempercepat proses
pembersihan kandang dengan hasil yang lebih optimal.
Seringkali yang menjadi permasalahan ialah masih adanya
sisa feses yang berada di bagian ini. Jika tidak dihilangkan maka bisa
dipastikan siklus bibit penyakit akan selalu berlangsung dan bibit penyakit
selalu berada di dalam kandang.
Adanya sisa feses ini terutama si sela sela kandang menjadi
tempat persembunyian bibit penyakit dan daya kerja desinfektan membasmi bibit
penyakit yang berada di sisa feses ini menjadi tidak optimal.
Sisa feses yang berada di sela-sela lantai kandang akan
menyebabkan bibit penyakit selalu berada di dalam kandang
3.
Membersihkan lantai dengan cara menggosok
menggunakan sikat keras dengan air sabun atau di rekomendasikan deterjen
pencuci baju juga perlu dilakukan.
Feses ayam kampung asli memiliki lapisan lemak atau
minyak sehingga saat menempel di lantai kandang sulit dihilangkan jika hanya
menggunakan air.
Oleh karena itu diperlukan pemakaian sabun yang mampu
melarutkan minyak tersebut.
Pembersihan dengan sabun ini juga sekaligus sebagai cara
untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa dari penyemprotan dengan
menggunakan jetspray.
Proses pembersihan dengan sabun akan memastikan lapisan
lemak atau minyak dari feses ayam hilang
4.
Setelah penyabunan dan penyikatan, kandang
hendaknya disemprot dengan air lagi (dianjurkan menggunakan air panas) kemudian dikeringkan.
Lakukan metode ini secara berulang hingga benar benar
bersih sisa sisa kotoran di dalam kandang terutama di bagian sela sela kandang.
Sabun yang masih tersisa dapat menurunkan potensi
beberapa jenis desinfektan, usahakan sisa sisa sabun bersih (kandang menjadi
wangi)
5.
Penyemprotan desinfektan
Penyemprotan desinfektan (-desinfeksi) bertujuan membasmi
bibit penyakit yang masih tersisa di dalam kandang, baik di lantai maupun udara
kandang.
Penyemprotan desinfektan yang pertama sebaiknya dilakukan
dengan optimal, dimana seluruh bagian kandang termasuk bagian sela sela kandang
harus basah atau terkena cairan desinfektan.
Perlu diketahui, desinfektan hanya akan bekerja jika
kontak dengan bibit penyakit.
Oleh karena itu, penyemprotan desinfektan yang pertama
kali sebaiknya menggunakan jetspray.
Dengan demikian cairan desinfektan dapat masuk ke
pori-pori dinding atau lantai kandang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat penggunaan
desinfektan :
Jenis bibit
penyakit
Tidak semua bibit penyakit dapat dibasmi oleh desinfektan,
oleh karenanya pemilihan desin-fektan harus dilakukan secara tepat.
Contohnya ialah :
-
Virus Gumboro,
-
Egg drop syndrome (EDS) dan
-
Reovirus
A.
Materi organik
Materi organik, seperti sisa
feses dan lendir juga dapat menurunkan kerja desinfektan. Materi organik ini
akan menghalangi kontak antar desinfektan dan bibit penyakit. Akibatnya daya
kerja desinfektan cenderung menurun.
Disinilah pentingnya melakukan
pembersihan kandang dengan menghilangkan semua bahan organik yang ada dengan
cara penyemprotan di setiap sela utk menghilangkan feses (kohe) jika tdk
terangkat gunakan kape.
B.
pH air yg digunakan sebaiknya air bersih dr
sumur (sama dgn yang kita pakai)
Desinfektan yang dipakai :
-
Iodine dan
-
Kaporit
-
Formalin
-
Kapur Mawar / kapur pencampur batu bata pres
(tahap akhir untuk pengecatan kandang)
Alangkah baiknya jika kita
menggunakan air dengan pH netral untuk melarutkan desinfektan sehingga semua
jenis desinfektan dapat bekerja dengan optimal.
C.
Tingkat Kesadahan Air
Jangan
menggunakan air yang jika kita larutkan deterjen tidak menimbulkan busa, akibatnya daya kerja disinfektanya
menurun.
6.
Penyemprotan desinfektan hendaknya dilakukan di
seluruh bagian kandang, baik lantai, dinding, atap maupun udara dalam kandang.
7.
Perlu dipastikan semua bagian kandang terkena
dan basah oleh cairan desinfektan agar bibit penyakit yang mencemari kandang
berkurang.
8.
Penanganan kandang kotor tidak hanya dilakukan
pada kandangnya saja, tetapi juga peralatan dan lingkungan kandang.
Peralatan
kandang seperti :
-
Tempat pakan,
-
Tempat minum,
-
Tirai kandang / terpal penutup
-
Brooder (Indukan Gas),
-
Chick guard (seng pembatas) dan semua peralatan
yang lainnya hendaknya dibersihkan, didesinfeksi dan diperiksa keoptimalan
kerja dan fungsinya.
-
Alat kerja anak kandang
-
Lingkungan kandang
Seperti adanya semak dan rumput
liar di semprot dengan round-up
Tempat makan dan tempat minum
harus di bersihkan dan di desinfeksi sebelum digunakan kembali pada periode
berikutnya.
Tempat makan dan minum dicuci
sampai bersih kemudian di desinfeksi dengan cara di rendam dalam larutan
desinfektan selama 30 menit.
Setelah itu, dikeringkan dengan
cara diangin-anginkan.
Di
sarankan untuk pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari langsung karena bisa mempercepat
kerusakan peralatan itu.
Kondisi
atau kelayakan peralatan juga perlu diperiksa.
Pastikan
semua peralatan dapat berfungsi secara optimal.
Pastikan
Brooder dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan panas bagi DOC,
jangan
sampai saat akan digunakan Brodeer mengalami masalah.
Kondisi
ini akan menyebabkan ayam stres sehingga pertumbuhannya terhambat.
9.
Saluran pembuangan air menjadi tempat
persembunyian bibit penyakit yang aman dan bisa menghambat kerja desinfektan
membasmi bibit penyakit, bersihkan juga saluran air sekitar kandang juga
saluran air pembuangan limbah dengan di semprotkan air panas memakai jet spray
hingga bersih.
Saluran pembuangan limbah kandang jangan langsung menuju
ke saluran air masyarakat (sungai / kali) tampung dalam kolam penampungan, kola
mini dapat di manfaatkan dengan memelihara ikan lele atau bisa di buat tabung BioGas yang dapat lebih bermanfaat
menghasilkan energy listrik, pupuk organic, dll. (ada dalam catatan file group judul “BioGas”)
10. Demikian
juga dengan tempat minum, ganti piringan tempat minum yang sudah pecah agar air
minum tidak membasahi lantai kandang sehingga memicu peningkatan kadar amonia.
Pada pemakaian Tempat Minum Ayam Otomatis (TMAO) atau
nipple drinker lakukan pembersihan saluran air atau paralon dengan cara
flushing.
Flushing bisa diartikan sebagai teknik pembersihan dengan
menyemprotkan air bertekanan. Namun, jika lapisan dalam pipa air (sisa obat,
vitamin dan vaksin yang menempel pada dinding paralon) telah terbentuk lama dan
menjadi kerak maka perlu penambahan zat kimia tertentu untuk menghilangkannya.
Zat kimia ini antara lain :
-
Hidrogen peroksida (H2O2) (10%),
-
Ozon (1-2 mg/l) atau
-
Asam sitrat (10 ml/l).
Flushing hendaknya dilakukan secara rutin setelah
pemberian vitamin, obat atau vaksin melalui air minum.
Namun jika tidak memungkinkan maka minimal dilakukan saat
proses persiapan kandang.
Selain saluran air, pembersihan dan desinfeksi juga di lakukan
pada tempat penampungan air minum, baik torn di masing-masing kandang maupun
water ground, dengan cara di kuras dan di bersihkan dengan air desinfektan
(jangan memakai air sabun).
Perlu kita perhatikan, saat desinfeksi tempat dan
penampungan air minum hendaknya dipilih desinfektan yang aman bagi ayam kampung
asli.
Rumput yang berada di sekitar kandang perlu dirapikan atau
di semprot dengan cairan round-up agar tidak menjadi sarang nyamuk maupun
insekta lainnya
Selokan / saluran air pembuangan limbah kandang yang
bersih dan aliran lancar akan meminimalkan sarang atau tempat berkembang biak
nyamuk
Kondisi lingkungan kandang juga perlu diperhatikan.
Rumput atau semak-semak yang tumbuh di sekitar kandang
harus dikontrol jangan sampai tumbuh secara liar karena bisa menjadi tempat
persembunyian nyamuk, lalat maupun insekta lainnya.
Rumput hendaknya dipotong atau dirapikan.
Selokan dibersihkan sehingga aliran airnya lancar.
Genangan air diselokan akan menjadi media yang cocok untuk perkembangan nyamuk
yang menjadi agen atau vektor penularan penyakit malaria like atau malaria
unggas.
Perbaikan Kandang
-
Kondisi kandang juga perlu mendapatkan perhatian
saat masa persiapan kandang.
-
Kandang merupakan tempat tinggal ayam kampung
asli dan kandang yang baik tentu harus nyaman.
-
Kondisi atap, dinding maupun lantai harus
dikontrol. Saat ditemukan kerusakan pada salah satu bagian kandang tersebut
perlu segera dilakukan perbaikan.
-
Atap yang bocor dan lantai yang rusak berlubang
hendaknya diperbaiki saat masa persiapan kandang
-
Kondisi tanah di bawah kandang yang berperan
menyerap air dari feses juga perlu diberikan perlakuan khusus, seperti
penambahan kapur (penggemburan ulang).
Selain membunuh bibit penyakit,
penambahan kapur ini juga dapat mengembalikan pH tanah menjadi netral dan juga
meningkatkan daya serap tanah terhadap air.
Jika memungkinkan ganti tanah
dalam kandang sedalam 30 cm pada kandang bekas terjangkit virus. Tanah yang dig
anti ini dapat di manfa’atkan untuk tanaman yang terlebih dahulu di campur
dengan kapur dengan perbandingan 50 : 50
Kandang Di Istirahatkan
Setelah kandang dibersihkan dan didesinfeksi seluruhnya,
tiba saatnya kandang di istirahatkan untuk beberapa waktu.
Secara umum, masa istirahat kandang hendaknya tidak
kurang dari 14 hari.
Bahkan saat terjadi kasus, misalnya serangan Gumboro maka
masa istirahat kandang di perpanjang.
Tujuannya agar bibit penyakit yang berada di kandang bisa
dikurangi secara optimal.
Saat istirahat kandang sebaiknya tidak ada aktivitas di
dalam dan sekitar kandang atau minimal aktivitas pekerja keluar masuk dibatasi.
Pintu dan tirai kandang ditutup.
Hanya saja kita sering lupa meski kandang dalam masa
istirahat namun lalu lintas kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan
kurang terkontrol.
Anggapannya di kandang sedang tidak ada ayam, makanya
mobil yang keluar masuk tidak dibatasi dan didesinfeksi.
Sebuah dilematis tentunya, selama istirahat kandang ini,
peternak atau pekerja kandang untuk sementara waktu menganggur dan tidak
memperoleh pendapatan.
Oleh karenanya ada beberapa peternak yang mempersingkat
masa istirahat kandang dengan dalih ingin mengejar produksi.
Perlu kita ingat, masa istirahat kandang yang lebih
singkat ini akan membawa konsekuensi bibit penyakit belum sepenuhnya berkurang.
Dengan demikian, saat manajemen pemeliharaan harus
dilakukan dengan lebih ketat, terutama proses Biosecurity atau penyemprotan kandang.
Inspeksi Kesiapan
Kandang
Inspeksi kesiapan kandang dirasa perlu dilakukan untuk
memastikan kondisi kandang benar-benar siap menerima kedatangan doc ayam
kampung asli.
Inspeksi ini biasanya dilakukan 1 minggu sebelum chicks
in.
Aspek kesiapan yang perlu diinspeksi diantaranya :
-
Kebersihan kandang
Kebersihan menjadi aspek yang
pertama kali perlu di amati saat melakukan inspeksi kesiapan kandang.
Jika kandang masih kotor,
misalnya masih terdapat sisa feses atau litter yang menempel pada lantai
kandang dengan sebaran yang cukup banyak maka hendaknya dilakukan pembersihan
dan desinfeksi ulang.
Bahkan jika diperlukan bila ditemukan
masih adanya kotoran feses (kohe) atau sisa kotoran lainya maka hal itu
diputuskan untuk mengundur jadwal chick in pada kandang itu.
Adanya sisa feses di lantai
kandang bisa menjadi sumber penyakit untuk doc ayam kampung asli yang akan
dipelihara
-
Keadaan kandang
Inspeksi keadaan kandang ini
lebih diarahkan pada struktur kandang.
Apakah masih ada atap yang
bocor, lantai yang jebol atau dinding yang rusak ?
Kekokohan kandang juga harus
kita perhatikan.
Selain itu, tanah yang berada di
bawah lantai kandang panggung juga perlu diperiksa apakah masih ada sisa feses
periode sebelumnya.
-
Kesiapan peralatan
Peralatan kandang seperti tempat
ransum, tempat minum, tirai maupun pemanas juga harus di inspeksi baik
kebersihan maupun fungsinya.
Jumlah tempat minum dan pakan
juga harus diperhatikan ( 1 : 25 ekor).
Selain itu, bahan litter yang
sudah di campur kapur sebaiknya telah disiapkan di dalam kandang termasuk Koran
bekas ( dipasang numpuk 7 lapis / 1 hari cabut 1 lapis).
-
Kondisi lingkungan kandang
Jika ada rumput atau
semak-semakan yang masih tumbuh liar di sekitar kandang maka perlu dilakukan
pemotongan atau di semprot round-up.
Saluran air sekitar kandang juga
perlu dicek kembali untuk memastikan aliran air pembuangan lancar. Jangan
langsung di buang kearah sungai / kali, buatlah kolam penampungan air limbah
agar lebih menghasilkan bisa di terapkan teknologi BioGas.
Jika diperlukan bisa dibuat form
khusus untuk keperluan inspeksi ini.
Juga form kegiatan anak kandang
selama 1 periode.
Hasil inspeksi atau laporan
kerja anak kandang ini bisa dijadikan dasar kita untuk menentukan siap tidaknya
kandang menerima DOC juga perkembangan ayam kampong asli per periode chiks in.
Setelah dinyatakan kandang siap menerima DOC maka
persiapan selanjutnya ialah membuat kandang brooding.
Peralatan juga mulai dipasang dimasing-masing kandang
brooding.
Litter yang telah didesinfeksi mulai dihamparkan di dalam
kandang.
Cara mendesinfeksi litter yaitu dengan mencampur litter
dengan kapur.
Desinfeksi kandang ulang (desinfeksi ke-2) juga perlu
dilakukan.
Desinfeksi ke-2 ini bisa dilakukan dengan teknik semprot
halus atau pengasapan (fogging). Desinfeksi ulang ini bisa dilakukan 3 hari
sebelum chicks in.
Proses persiapan kandang yang meliputi pembersihan dan
desinfeksi peralatan, kandang maupun lingkungannya hendaknya kita lakukan
dengan optimal.
Mengingat proses pembersihan dan desinfeksi kandang yang
optimal akan menurunkan konsentrasi bibit penyakit.
Dan juga kondisi kandang yang nyaman dan peralatan yang
optimal sangat diperlukan bagi ayam untuk mengoptimalkan potensi genetik yang
dibawanya, yaitu pertumbuhan berat badan atau produksi telur secara optimal.
Keberhasilan awal sangat mendukung produktivitas ayam.
Biosecurity
lingkungan kandang
-
Keluar masuk kandang harus di cuci dengan
desinfektan minimal kaki di celupkan pada sebuah bak kecil di pintu kandang
(t.15 cm x l.25 cm x p.30 cm) dengan cairan desinfektan.
-
Kendaraan anggkut ayam kampung asli di usahakan
masuk dan keluar juga di semprot desinfektan.
-
Peralatan kerja anak kandang (sepatu bot, sarung
tangan, masker, dll) harus di cuci setiap hari dengan sabun deterjen
-
Cuci tangan setelah bersentuhan dengan ayam
kampung asli.
-
Cuci bersih dengan sabun antiseptik setiap hari peralatan pakan + minum
menggunakan sponge tanpa memakai sabun.
-
Jaga kebersihan lingkungan kandang dari feses
(kohe yang berceceran di sekitar luar kandang).
-
Gunakan masker sewaktu kerja
-
Gunakan seragam khusus / baju khusus, sepatu bot
karet untuk anak kandang.
-
Batasi kunjungan kandang dari pihak lain (selain
anak kandang) karena manusia bisa menjadi pembawa virus.
copyright@2014
Di susun dan di
buat oleh
Reza Achmad Nofal,
SE, Am.D.Par
LESTARI CIDAHU FARM & POULTRY
lestari.cidahu@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar